Itung-itungan bahwa Lockdown dapat menyebabkan Social Unrest (Ketegangan Sosial)

bailout illustration

Kita buat perumpamaan dengan 4 kelompok hewan

  1. Kepompong : Bisa makan tanpa perlu cari makan
  2. Ular Boa : cukup makan sekali, tidak perlu cari makan lagi dalam waktu yg cukup lama
  3. Hewan Ternak : Bisa makan kalau dikasih makan oleh pemiliknya
  4. Ayam Kampung : Bisa makan kalau dia cari makan di jalanan

Jika perumpamaan tersebut diterjemahkan menjadi pekerja di Jakarta (atau di kota lainnya) maka kira-kira menjadi:

  1. Kepompong -> Pemilik Usaha : Bisa makan tanpa perlu bekerja, punya tabungan dalam jumlah besar (10% populasi Jakarta)
  2. Ular Boa -> Pekerja Senior/Eksekutif : Bisa makan tetapi harus kerja. Kerjanya santai tapi gaji nya besar. mempunyai tabungan walau dalam jumlah yang tidak besar (20% populasi Jakarta)
  3. Hewan Ternak -> Pekerja Kasar / Bulanan : Bisa makan karena terima gaji bulanan. Bekerja sebagai buruh kasar, hampir tidak mempunyai tabungan. (40% populasi Jakarta)
  4. Ayam Kampung -> Pekerja Harian : Bisa makan dari penghasilan hariannya. Jika Hari ini dia bekerja dan dapat penghasilan maka dia bisa makan, tapi jika tidak dia tidak bisa makan. (30% Populasi Jakarta)

Sumber perumpamaan: Bapak Muhammad Said Didu (Manusia Merdeka) https://youtu.be/O02oynZvt9Y

Nah, untuk lebih memahami perumpamaan tersebut, mari simak cerita berikut ini:

Pak Yanto adalah seorang Supir Bus di terminal Kampung Anggur. per hari Pak Yanto bisa menerima upah menyetir bus rata-rata 100.000 Rupiah.

(Penghasilan Pak Yanto 100.000 / hari)

Total pengeluaran Pak Yanto per hari adalah sebesar 90.000, digunakan untuk membeli rokok, makan untuk dirinya, seorang anak, dan istri, serta biaya-biaya lainnya. setelah dikurangi pengeluaran tersebut, Pak Yanto dapat menyisihkan 10.000 Rupiah / Hari untuk ditabung. sehingga selama sebulan yanto dapat menabung sebesar 300.000 rupiah.

Pengeluaran Pak Yanto: 90.000 Rupiah / hari

Tabungan Pak Yanto : 10.000 x 30 hari = 300.000 / bulan

Tiba-tiba wabah Corona virus sudah sampai di indonesia. Pemerintah pun berniat melakukan lockdown, (Karantina Lokal) beritanya diumumkan dimana-mana.

“Jakarta akan di ‘lockdown’” kurang lebih begitu headline / judul berita di media massa.

“sekolah akan diliburkan, dan akan disusul dengan penutupan sementara terminal kampung anggur, selama 14 hari”

Karena terminal Kampung Anggur ditutup, Pak Yanto tidak dapat bekerja, karena itu ia tidak dapat upah menyetirnya.

Sementara, Pak Yanto hanya memiliki tabungan sebesar 500.000 Rupiah, yang hanya cukup untuk membiayai pengeluaran keluarganya selama 5 hari saja.

(500.000 / 90.000 = 5 hari, sisa 50 ribu).

Pak Yanto pun pusing bukan kepalang,

“Kalau tetap di jakarta, nanti setelah hari ke 5 anak istri ku mau makan apa?”

Karena ia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli sembako dalam jumlah banyak, maka ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya (mudik)

(Jangankan menyetok sembako, untuk makan di hari ke enam pun dia sudah tidak tau mau nyari dimana, karena satu-satunya sumber penghasilannya sudah tidak ada.)

“Kalau di kampung kan masih ada kebun, bisa bantu-bantu dikebun / sawah tetangga, nanti dikasih makanan…” begitu pikir Pak Yanto.

“Toh uang yang saya punya ini hanya cukup untuk ongkos ke kampung, kalau untuk beli sembako selama 14 hari ya tidak cukup.” pungkasnya.

Nah cerita pak Yanto sudah cukup sampai disini….

Penulis hanya mau memberi saran, apabila lockdown jadi diterapkan di Jakarta, atau di Indonesia, maka yang harus di prioritaskan adalah mereka yang masuk ke kategori Ayam Kampung dan Hewan Ternak.

Beri mereka bantuan berupa sembako yang mencukupi, jangan beri uang tunai terlalu banyak. nanti malah dipakai Pak Yanto untuk beli Rokok.

nasib Pak Yanto masih mujur karena ia punya tabungan untuk exodus ke kampung halamannya… (beruntunglah orang-orang yang menabung)

Bagaimana dengan Nasib orang-orang yang tidak punya tabungan sama sekali? Wallahualam Bisshawab….

Sekian dan Terimakasih.

--

--

--

21 Years old. CEO & Founder, Freelancer, Unemployed. Choose one according to the needs

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Ardi Muhammad

Ardi Muhammad

21 Years old. CEO & Founder, Freelancer, Unemployed. Choose one according to the needs

More from Medium

CoinDao:The Mission

Project4

VR, AR, XR, MR: What’s the difference?

MetaGround Metaverse